Tanker melintasi selat Hormuz
Jika krisis minyak membuat penutupan Selat itu terjadi hari ini, Montreal Gazette melaporkan, “Dia akan memotong satu-per tiga pertumbuhan ekonomi Kanada, menjadikan pengangguran lebih tinggi dan upah menjadi stagnan.”
Dalam konferensi terakhir, perusahaan konsultan energi terkemuka IHS Global Insight, yang berbasis di AS, mengumumkan bahwa harga minyak dapat mencapai setinggi USD 240 per barel dan pertumbuhan ekonomi bisa jatuh serendah 25 persen jika jalan strategis ditutup.
Menggambarkan gravitasi dari skenario, kepala ekonom IHS Global Insight, Nariman Behravesh mengatakan risiko krisis minyak sekarang adalah bahaya terbesar yang dihadapi oleh pertumbuhan ekonomi dunia.
Kanada, Behravesh menegaskan, akan melihat penurunan 0,7 persen dalam pertumbuhan ekonomi pada tahun setelah krisis seperti ini.
Pukulan estimasi pada pertumbuhan Kanada, bagaimanapun, hanya sedikit lebih rendah dari 0,9 persen dibanding AS, Jepang dan Cina, laporan tersebut menambahkan.
“Kerusakan terburuk, akan melanda kawasan yang paling tidak mampu (mengahdapi) itu – Eropa – mana ada resesi baru akan berlangsung dan di mana pertumbuhan bisa turun 1,4 persen.”
AS dan Uni Eropa (UE) telah memberlakukan sanksi keras terhadap Iran, sejak awal 2012, untuk memblokir ekspor minyak negara itu dan menghukum negara-negara lain untuk mengimpor minyak mentah Iran.
Mereka mengklaim bahwa program energi nuklir Iran mencakup komponen militer, mengabaikan fakta bahwa Badan Energi Atom Internasional tidak pernah mampu membuktikan pengalihan militer di program energi nuklir Iran meskipun adanya pemeriksaan teliti.
Tehran telah mengancam bahwa jika ekspor minyak Iran dipotong, negara dapat mengambil langkah pembalasan, termasuk penutupan Selat strategis Hormuz di mana total harian 15-17 juta barel minyak melintas disana. [IT/r]