Kepala Biro Politik Hamas Khaled Meshaal mengatakan, militer Israel telah mengubah Jalur Gaza sebagai lapangan uji coba senjata baru.
“Israel menggunakan Gaza sebagai tempat uji coba sistem rudal dan senjata militer Zionis,” kata Meshaal dalam pertemuan dengan Perdana Menteri Turki Recep Tayyip Erdogan di Ankara Jumat malam (16/3). Demikian dilaporkan harian Jerusalem Post.
Anggota senior Hamas itu juga mengkritik rezim Israel karena menggunakan alasan-alasan bohong untuk melancarkan serangan ke Jalur Gaza.
Setidaknya 26 warga Palestina gugur syahid dan puluhan lainnya terluka dalam serangan Israel di Jalur Gaza sejak 9 Maret.
Di pihak lain, Erdogan juga mengecam serangan udara Israel di Gaza, dan mengatakan, Tel Aviv berupaya menyeret Palestina ke dalam perang.
Dikatakan, Meshaal dan Erdogan juga membahas pembicaraan rekonsiliasi yang sedang berlangsung antara kelompok Hamas dan Fatah.
“Ada perkembangan positif mengenai hubungan antara Hamas dan Fatah. Kami akan mengevaluasi perkembangan ini,” kata Erdogan kepada wartawan.
Sementara itu dilaporkan, juru bicara ‘Yahudi Against Zionism’ Rabbi Yisrael Dovid Weiss menolak Zionis Israel dan mengatakan bahwa Israel merupakan sebuah negara tidak sah yang telah menumpahkan banyak darah. “Zionis Israel telah menciptakan ‘sungai darah’ dan saya menentangnya,” tegas Weiss seperti dilansir Al Jazeera Sabtu (17/3).
Pernyataan Weiss terkait dengan apa yang dilakukan Perdana Menteri Israel, Benyamin Netanyahu. Pekan lalu menjelang liburan Purim, Netanyahu datang ke Wangshinton memberikan Presiden Amerika, Barrack Obama, hadiah simbolis yaitu salinan kitab Perjanjian Lama Ester.
Netanyahu mengatakan cerita sejarah Iran yang terdapat dalam kitab tersebut memiliki hubungan dengan para Yahudi pada masa imperium Persia sekitar 2500 tahun lalu. Meskipun sebagian ilmuwan menganggap cerita tersebut fiktif tapi bagi Netanyahu, Esther dijadikan pembenaran Netanyahu untuk menyerang Iran.
“Israel harus mempertahankan diri. Dan setelah itu, tujuan utama adalah adanya negara Yahudi untuk mengembalikan kontrol orang Yahudi atas nasibnya sendiri, “kata Netanyahu.
Namun, Weiss mengatakan sejarah kontroversial yang dibacakan Netanyahu, bahkan perjuangannya untuk mempertahankan negara Israel, dipertanyakan banyak otoritas agama Yudaisme sendiri. “Ini bertentangan dengan kehendak Yang Maha Kuasa dan hal tersebut bertentangan dengan nilai-nilai Yahudi,” kata Weiss.
Weiss mengatakan bahwa apa yang dilakukan Zionisme Israel merugikan orang-orang Yahudi sendiri. “Orang-orang Yahudi berada dalam bahaya karena ada Zionisme. Zionisme telah membawa pada bencana dan itu jauh lebih buruk,” ujar Weiss.
[IT/r]