Lamanya listrik padam hingga 18 jam sehari setidaknya telah melumpuhkan kehidupan 1,7 juta warga Jalur Gaza yang berada di bawah blokade Tel Aviv, Press TV melaporkan.
Pemadaman listrik berkepanjangan mempengaruhi aktivitas masyarakat di wilayah yang dikepung oleh Israel selama tiga minggu hingga sekarang.
Sektor kesehatan dan fasilitas umum, termasuk pasokan air dan sistem pengolahan limbah, termasuk yang paling terpukul akibat pemadaman listrik.
Satu-satunya pembangkit listrik terletak di pesisir itu berhenti bekerja setelag pada akhir Februari Mesir memblokir aliran bahan bakar diesel melalui terowongan bawah tanah ke dalam wilayah terkepung.
Beberapa warga dari jalur melakukan unjuk rasa di depan persimpangan Rafah memprotes sikap Mesir karena menghalangi pengiriman bahan bakar.
Warga Gaza masih berjuang untuk menghidupkan listrik di bawah blokade ketat Israel. Akibat blokade tersebut, tingkat pengangguran tinggi dan belum pernah terjadi sebelumnya, serta kemiskinan yang terus berlanjut di wilayah tersebut.
Eskalasi pengepungan darat, udara, dan laut, yang diberlakukan oleh Israel di wilayah tersebut sejak 2007, telah mengubah Jalur Gaza menjadi penjara terbuka terbesar di dunia.[IT/r]