Juru Bicara Departeman Kementrian Dalam Negeri Iran mengatakan Republik Islam Iran menjadi korban utama terorisme yang disponsori oleh Barat, dimana Iran sudah kehilangan sejumlah ilmuwan nuklir dalam aksi serangan teroris yang dilakukan oleh agen-agen Israel.
Ramin Mehmanparast mengatakan pada Minggu, 18/03 bahwa Tehran sepenuhnya mematuhi Konvensi Wina tahun 1961 tentang Hubungan Diplomatik, yang mendefinisikan kerangka kerja hubungan diplomatik antara negara-negara independen.
Dia menekankan tekad Iran dalam kampanye melawan terorisme.
Dia juga menerangkan bahwa perang melawan terorisme adalah komitmen internasional, oleh karena itu Iran menyerukan kepada semua negara-negara dunia untuk memberikan bantuan dalam kampanye.
Mehmanparast juga menjelaskan kesiapan Iran bekerja sama dengan pemerintah India untuk membawa ke pengadilan bagi mereka yang terlibat dalam serangan bom yang menghantam New Delhi bulan lalu. [Islam Times/on/Press TV]