Media Iran pesimistis mengenai pembicaraan nuklir lanjutan antara Tehran dan negara-negara besar dunia yang akan digelar di Moskow, Rusia bulan depan. Mereka pun menyerukan untuk menghentikan negosiasi tersebut. Alasannya, pembicaraan nuklir di Baghdad, Irak pekan ini tak menghasilkan apa-apa.
“Solusinya: hentikan negosiasi,” tulis editorial, Kayhan, Sabtu (26/5/2012).
“Lebih baik tidak menghadiri pembicaraan tersebut, karena orang saat ini bisa menduga bahwa pembicaraan di Moskow juga tak akan memperoleh hasil,” kata Hossein Shariatmadari, direktur Kayhan.
Menurut Shariatmadari, negara-negara besarlah yang menginginkan negosiasi terus berlangsung supaya “mereka bisa mengendalikan harga minyak”.
“Pembicaraan nuklir di Baghdad berakhir tanpa hasil,” tulis surat kabar Jomhuri Eslami dalam editorialnya hari ini.
“Kebuntuan bisa diselesaikan saat Barat menghentikan dominasi rezim Israel. Sebelum itu terjadi, Iran tak bisa mengharapkan perubahan apapun dalam pendekatan Barat,” tulis Jomhuri Eslami.
Israel, Amerika Serikat dan beberapa negara sekutu menuduh Iran dam-diam mengembangkan senjata atom lewat program nuklir yang dijalankannya. Namun pemerintah Iran membantah keras tudingan tak berdsara tersebut. Ditegaskan, program nuklirnya semata-mata untuk tujuan damai, yakni sebagai pembangkit energi bagi kepentingan sipil.
Laporan baru Badan IAEA yang dirilis pada Jumat, 25/05/12 menunukkan bahwa program nuklir Iran benar-benar damain dan tak ada penyelewengannya. Laporan setebal 11 lembar yang diserahkan Amano kepada Dewan Gubernur serta laporan penuh dari investigasi 16 pusat nuklir dan 10 cabangnya menunjukkan pengawasan penuh IAEA terhadap aktivitas nuklir sipil Iran.
Laporan terbaru Amano soal nuklir Iran tersebut diserahkan kepada anggota Dewan Gubernur IAEA hari Jumat (25/5/12). [Islam Times/on/]